
WizzChicken: Gebrakan Wizzmie di Awal Tahun 2026
Awal tahun 2026 dibuka dengan langkah agresif dari Wizzmie. Setelah dikenal luas sebagai brand mie dengan karakter fun, berisik, dan pop-culture driven, Wizzmie melakukan ekspansi menu yang cukup berani: meluncurkan WizzChicken, menu ayam goreng dengan klaim kriuk ekstrem.
Bukan sekadar nambah SKU, peluncuran WizzChicken dirancang sebagai statement branding—bahwa Wizzmie bukan hanya pemain mie, tapi lifestyle F&B brand yang paham cara mencuri perhatian market. Dari konsep kreatif sampai eksekusi lapangan, ini adalah contoh bagaimana branding strategy dan marketing activation dijalankan secara konsisten.
Crunch So Loud, It’s a Concert
Insight utama WizzChicken sangat sederhana, tapi kuat: kriuk ayamnya “berisik”. Dari sana FULLSTOP Branding Agency Indonesia melahirkan tagline “Crunch So Loud, It’s a Concert.” Alih-alih memakai pendekatan food photography yang aman, Wizzmie justru membawa konsep rock concert—visual yang jarang dipakai untuk produk ayam goreng.
Pendekatan ini tetap senada dengan brand guideline Wizzmie yang identik dengan musik, disko, dan energi anak muda. Rock concert dipilih bukan untuk terlihat rebel semata, tapi untuk menerjemahkan sensasi kriuk secara visual dan emosional.
Di titik ini, terlihat jelas bahwa campaign tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari branding strategy yang sudah matang, sesuai dengan brand identity yang FULLSTOP Creative Agency buatkan untuk Wizzmie dari nol di tahun 2022 silam.
Konsep rock concert bukan sekadar gimmick visual. Ia menjadi bahasa brand untuk berbicara dengan target market Wizzmie: anak muda urban yang menyukai sesuatu yang fun, berisik, dan tidak terlalu serius. Alih-alih terlihat “dewasa sebelum waktunya”, Wizzmie konsisten mempertahankan karakter playful, bahkan saat menambah lini produk baru. Inilah contoh branding strategy yang konsisten lintas menu dan lintas campaign.
Strategi Marketing: Tidak Hanya Mengandalkan KOL
Salah satu kekuatan utama campaign WizzChicken adalah kemampuannya mengubah produk menjadi experience. Ayam goreng bukan hal baru di Indonesia, tapi Wizzmie tidak berkompetisi di rasa semata—melainkan di sensasi.
Visual konser, crowd yang “pecah”, sound system, hingga copywriting yang hiperbolik membuat audiens tidak hanya membayangkan rasa, tapi juga merasakan vibe. Ini sejalan dengan pendekatan FULLSTOP Branding Agency Indonesia, bahwa produk F&B hari ini harus hidup di budaya, bukan hanya di menu board.
Dan untuk menjalankan marketing activation, tentu saja berbagai cara kami lakukan sebagai sole creative agency dari brand F&B viral ini. Sebetulnya, banyak brand F&B masih terpaku pada satu pola: launch → KOL → selesai. Berbeda dengan cara biasanya, FULLSTOP Branding Agency Indonesia memutuskan bahwa WizzChicken perlu mengambil langkah yang lebih terstruktur.
Selain kolaborasi dengan KOL yang relevan dengan musik, lifestyle, street culture, dan tentunya foodies, campaign ini diperkuat dengan targeted ads berbasis wilayah. Iklan difokuskan di radius outlet Wizzmie, dengan pesan yang disesuaikan: ajakan datang, bukan sekadar awareness.
Pendekatan ini menunjukkan pemahaman bahwa marketing activation bukan soal ramai di feed, tapi mendorong traffic nyata ke outlet. Strategi seperti ini sering menjadi pembeda antara campaign yang “viral” dan campaign yang “jalan”.
Undian 100 Juta: Viral dengan Tujuan Jelas
Elemen viral utama dari WizzChicken adalah undian total 100 juta rupiah. Namun yang menarik, gimmick ini tidak berdiri sendiri. Undian dikaitkan langsung dengan pembelian menu, memastikan bahwa hype berbanding lurus dengan sales.
Ini contoh campaign viral yang tidak hanya mengejar exposure, tapi juga conversion. Dalam banyak kasus yang ditangani FULLSTOP Creative Agency Surabaya, undian sering gagal karena tidak terintegrasi dengan journey konsumen. Di WizzChicken, mekanismenya jelas, komunikasinya sederhana, dan hadiahnya cukup “besar” untuk memicu FOMO.
Buat teman-teman family business owner atau pemain bisnis F&B juga, ada beberapa insight penting dari peluncuran WizzChicken yang bisa diadopsi.
Pertama, produk baru perlu narasi baru, bukan hanya rasa baru.
Kedua, campaign yang kuat selalu punya satu ide besar yang mudah diingat.
Ketiga, viral harus punya tujuan bisnis yang jelas, bukan sekadar ramai.
WizzChicken menunjukkan bahwa ekspansi menu bisa menjadi momen memperkuat brand, bukan malah mengaburkan identitas.
Peluncuran WizzChicken di awal 2026 adalah contoh bagaimana brand F&B bisa tetap relevan dengan bermain di ranah budaya, bukan sekadar menu. Dari konsep rock concert, tagline yang kuat, hingga eksekusi marketing activation yang terukur, Wizzmie membuktikan bahwa gebrakan besar tidak selalu harus ribet—asal strateginya tepat.
Bagi banyak brand yang ingin scale, studi kasus ini menjadi pengingat bahwa branding strategy yang konsisten, didukung eksekusi marketing yang cerdas, akan selalu lebih berdampak daripada sekadar ikut tren. Dan di situlah peran FULLSTOP Creative Agency Surabaya: membantu brand menemukan ide besar yang bukan hanya terlihat ramai, tapi benar-benar bekerja.