Good Design Can't Fix Broken Business Models

Good Design Can't Fix Broken Business Models

Posted by Fatur on 12 June 2018

Ada seorang pebisnis yang sangat perfeksionis jika sudah menyangkut soal design. Logo brand-nya membutuhkan waktu revisi selama berminggu-minggu sebelum akhirnya disetujui, kemasan produknya dibuat sangat menarik, hingga tampilan feed di media sosialnya pun terlihat estetis. Selama ini dia berfokus hanya pada tampilan saja, seolah jika sudah berhasil membuat produk yang eye-catchy­, maka faktor-faktor yang lain bisa diperbaiki nanti.

Menciptakan design yang outstanding memanglah sebuah keharusan. Meski kualitas produk Anda unggulan, tapi jika design-nya terkesan asal-asalan, bukan tidak mungkin hal tersebut malah akan menutupi potensi bisnis Anda. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa membuat design yang menarik tidak lantas menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.

Desain visual berperan untuk mengoptimalkan bisnis Anda, bukan untuk menyelamatkan Anda dari segala macam masalah. Anda perlu memperhatikan juga komponen-komponen lain agar bisnis Anda tidak berakhir gagal. Ibaratnya Anda punya sebuah gedung, dari luar tampilannya sangat megah, tetapi begitu masuk ke dalam ternyata kualitas bahan bangunannya yang buruk, interiornya yang kurang memadai, dan penataan tempatnya yang berantakan. Bisa dibilang bahwa kemegahan yang tampak di luar itu hanyalah ilusi.

Nah, jadi selain memaksimalkan design, faktor apa saja sih yang sebaiknya diperhatikan agar terhindar dari kegagalan bisnis?                                                                                         

Beri perhatian yang lebih pada konsumen

Apakah konsumen menyukai produk Anda? Apakah produk Anda benar-benar telah memenuhi kebutuhan mereka?  Perhatikan apa yang konsumen inginkan. Bisa jadi produk yang Anda jual harganya kurang terjangkau karena design kemasannya terlalu ‘mahal’, padahal konsumen Anda menyukai produk yang ekonomis. Untuk mengatasi hal ini, buatlah survei konsumen secara berkala. Selain itu, membuat buyer persona juga tak kalah penting guna mendapatkan gambaran yang lebih spesifik mengenai karakteristik konsumen Anda.

Maksimalkan fitur media sosial

Dalam kegiatan branding di Indonesia seperti sekarang ini, media sosial menjadi tempat yang efektif untuk menyebarkan awareness—hanya jika Anda mengetahui bagaimana caranya. Membuat konten yang menarik merupakan satu hal, dan mengatur agar konten menarik Anda sampai ke banyak audiens merupakan hal yang lain. Jangan hanya berfokus pada konten. Maksimalkan SEO, keyword, hashtag, trending topics, dan ads seefektif dan efisien mungkin.

Ciptakan visi yang jelas

Pada akhirnya, berbisnis adalah tentang mengintegrasikan semua hal. Mulailah dengan membuat visi yang jelas. Lalu, susun strategic planning serta tentukan apa tujuan yang bisnis Anda. Setelah itu, buatlah rencana bisnis secara terperinci. Bersikaplah konsisten dalam melaksanakan rencana yang telah Anda buat dan jangan lupa lakukan evaluasi secara berkala.

FULLSTOPPERS, tidak ada yang mengingkan kegagalan dalam berbisnis, betul bukan? Atau, seandainya Anda terpaksa harus gagal, paling tidak kerugiannya harus diminimalkan. Dengan artikel ini, semoga bisnis Anda semakin maju dan sukses.

Back To List Blog