ENDORSEMENT? Is It Effective for Your Brand?

ENDORSEMENT? Is It Effective for Your Brand?

Posted by Arief Budi on 03 August 2018

Mendengar kata ‘endorse’ rasanya sudah semakin familier di telinga. Mulai dari taraf online shop kecil skala bisnis rumahan yang memanfaatkan selebgram-selebgram lokal, sampai taraf bisnis di perusahaan besar yang menggunakan selebriti nasional dan internasional untuk memasarkan brand-nya ke khalayak umum.

Atau bahkan, yang bukan sebuah bisnis pun juga bisa melakukan endorse. Tujuannya? Banyak. Bisa sekadar menambah followers, eksistensi diri, atau mungkin menjadikan yang awalnya bukan bisnis, menjadi bisnis di kemudian hari (misal, agar bisa ‘diendorse’ nantinya).

Nah, memangnya endorsement itu apa?

Kalau diartikan harfiah, endorsement sendiri artinya ‘dukungan’ atau ‘persetujuan’. Yaitu bagaimana sebuah brand atau produk berusaha untuk mendapatkan semacam legitimasi, pengakuan, atau dukungan dari orang lain agar bisa dikenal bahkan dipercaya oleh banyak orang. Dan tentunya, pengakuan semacam itu bisa didapatkan dalam jumlah yang lebih masif apabila dilakukan oleh orang yang ‘punya nama’ atau simpelnya, punya keahlian, influencers, punya banyak pengikut, followers, fans atau apapun itu. Dalam kasus ini, jelas istilah selebgram, selebtwit, selebriti lokal, nasional, tokoh penting, dan lain-lain, punya andil untuk ‘meng-influence’ pengikut mereka. 

Sekarang tinggal masalah, influencers atau endorser seperti apa yang harus Anda hire untuk meng-endorse produk atau brand Anda? Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Seberapa penting? Tentukan goal­-nya.

Apa tujuan Anda melakukan endorsement? Apakah persoalan brand awareness? Meningkatkan penjualan? Atau hanya sekadar menaikkan jumlah followers? Karena apabila Anda telah paham tujuan Anda, maka ekspektasi dan usaha yang Anda berikan akan berbeda di setiap pilihan.

Sesuaikan ‘jiwa’ produk dengan endorser-nya.

Bila Anda punya produk skincare, tentunya Anda tidak mungkin meng-endorse selebgram atau influencers yang berada pada bidang kuliner, betul? Begitu pula bila Anda mempunyai produk makanan cepat saji, maka akan salah alamat bila Anda meng-endorse influencers yang bergerak pada bidang healthy lifestyle. Ini semua selain bertentangan dari sisi karakter, juga berdampak pada hasil yang diterima, karena mereka yang mem-follow akun kuliner, tidak akan begitu peduli dengan produk skincare, dan mereka yang berniat hidup sehat justru akan mengabaikan beragam jenis makanan cepat saji.

Tentukan target yang tepat.

Berkaitan dengan yang sebelumnya, timbul pertanyaan lain seperti jenis market seperti apa yang Anda inginkan? Apakah laki-laki atau perempuan? Mempunyai gaya hidup sederhana atau justru mewah? Segmentasi-segmentasi dasar seperti ini perlu Anda perhatikan dalam memilih endorser. Dan umumnya, karakter tersebut tercermin dari pribadi idolanya atau influencers yang mereka ikuti.

Quality over quantity

Seringkali masih tertipu dengan jumlah followers ratusan ribu tapi nihil impact? Coba ditelisik lagi strategi pemilihannya. Jumlah followers bukanlah hal yang reliabel. Maka lihatlah engagement-nya. Mulai dari likes, comments, hingga interaksi yang dibangun di akun social media tersebut. Semakin tinggi interaksi, semakin tinggi potensi nilai impact yang akan didapat.

Kredibilitas

Seberapa kredibel influencer yang ada incar sebagai endorser produk Anda? Apakah dia sudah benar-benar ahli dalam bidangnya sehingga patut dikategorikan sebagai Key Opinion Leader (KOL)? Bagaimana track record-nya di dunia yang dia geluti?

So, sudah berpikir untuk memakai jasa endorsement untuk marketing brand Anda?

Back To List Blog

Arief Budi
Arief Budi

Project Manager of Fullstop


Branding and Creative Agency in Surabaya, Indonesia

Edited By